Kalender Sepanjang Masa

Tertarik untuk membuat sebuah kalender sepanjang masa? Atau mungkin sudah punya? Wah, kalau sudah punya, itu berarti tulisan ini tidak untuk kamu praktekkan. Tapi jika belum, dan tentu saja jika kamu tertarik dan cukup waktu, silahkan dicoba …

 

Ng… tapi sebenarnya aku juga tak terlalu tahu bahan-bahan apa yang dibutuhkan untuk bisa membuatnya, hehe … maksudku, supaya lebih bagus dan bisa diposisikan dengan cukup kokoh. Yang kujadikan pedoman ini—produk sebuah hotel di Bali—terbuat dari logam / besi. Tapi sebenarnya bisa dikreasikan dari bahan lain kok, kertas tebal misalnya.

 

Sebuah lembaran besi tipis dijadikan sebagai alas, kemudian dilekati dua penyangga di kiri dan kanan. Masing-masing ditulis nama-nama bulan (enam-enam) berurutan ke bawah. Nantinya, untuk mengatur bulan apa sekarang, kamu bisa gunakan sesuatu (silahkan berkreatif sendiri, hihi … kalau yang ini, pakai sekrup, jadi bisa lebih kenceng dan gak gampang jatuh.) Kamu bisa gunakan penjepit kertas atau juga penjepit jemuran, hehe becanda tahu … Toh, itu hanya sebagai penunjuk bulan apa sekarang, asalkan bisa digeser-geser.

 

Nah, pada kedua penyangga tadi, sebuah lembaran besi yang ditulisi angka-angka, diselipkan. Dan diatasnya diselipkan lagi—terserah terbuat dari apa, hehe… yang penting bisa digeser-geser juga, yang tertulis nama tujuh hari ditulis dari kiri, diawali hari Minggu tentu saja—tapi terserah juga kalau mau kamu ganti. Spasi antar nama hari itu disesuaikan dengan spasi antar kolom pada angka-angka di lembar besi lo ya…

 

Oya, jangan lupa. Bentuklah supaya nanti angka-angka sebagai tanggal itu bisa terlihat sebulan penuh. Artinya, bentuklah sebuah lembar kotak yang dilubangi tengahnya—kotak juga, selebar angka-angka dalam sebulan itu.

 

Bingung to …

 

Nah, angka-angka itu harus begini formatnya:

  1. harus terdiri dari 13 kolom, dan enam baris;
  2. nah, kamu bisa mulai dari baris paling atas, kolom ke delapan, tulislah di situ angka satu hingga tujuh;
  3. pada baris kedua, tulislah angka dua hingga 14;
  4. pada baris ketiga, dimulai dari angka sembilan sampai 21;
  5. pada baris keempat, sudah tahu to, kamu harus menulis dari berapa hingga berapa?
  6. tapi pada baris kelima, kamu cukup menuliskan angka 23 sampai 31;
  7. dan pada baris keenam, hanya angka 30 dan 31.

 

Jadi, bagaimana hasilmu?

 

Coba cocokkan dengan format yang asal-asalan, tapi benar ini:

 

S M T W T F S

JAN 1 2 3 4 5 6 7 JUL

FEB 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 AGS

MAR 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 SEP

APR 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 OKT

MEI 23 24 25 26 27 28 29 30 31 NOV

JUN 30 31 DES

 

Nah, sekarang tinggal cara menggunakannya:

Untuk bulan Mei 2008 besok misalnya. Tanggal 1 Mei 2008 akan dimulai pada hari Kamis. Tanggal satu (1) inilah yang kamu jadikan pedoman untuk mengatur penggeseran nama-nama hari yang telah kamu selipkan pada lembar berisi angka-angka tersebut. Tempatkanlah hari Kamis tersebut pada angka satu (1). Dan kebetulan sekali, contoh di atas sengaja dibuat untuk bulan Mei 2008 nanti, tanggal yang berlaku dicetak tebal ya … Nah, angka-angka itu harus terlihat dari lubang kotak yang kamu buat tadi.

 

Tapi kalau kamu tidak hafal bulan ini terdiri dari berapa hari, bulan depan berapa hari, atau tahun ini termasuk tahun Kabisat atau tidak, atau apa pun yang intinya adalah bahwa kamu tak cukup hafal, maka … KAMU HARUS SESUAIKAN DENGAN KALENDER BIASA! Setidaknya itu untuk mengukur akurasinya, hehe …

 

Atau … setiap bulan ganjil—kecuali September dan November yang 30 hari—terdiri dari 31 hari. Sedangkan bulan genap terdiri dari 30 hari, selain Februari yang 28 hari, serta Oktober dan Desember yang 31 hari. Kamu juga harus ingat, tahun Kabisat itu berlaku empat tahun sekali, yaitu tahun yang habis dibagi empat (misal 2004, 2008) dan pada Februari tahun Kabisat tersebut terdiri dari 29 hari.

 

Atau …, paling mudah kalau kamu bisa gunakan genggaman tanganmu … (kamu sudah tahu tentang itu to, jadi tak perlu ditulis di sini …)

 

Oya, satu lagi yang tak kalah penting. Karena tak ada angka merah yang menandakan hari libur (untuk hari Minggu, kamu bisa gunakan tinta merah pada nama harinya), maka kamu juga harus lihat di kalender tahun bersangkutan. Ini penting supaya kamu tidak bengong di sekolah, kampus, atau di tempat kerja, karena memang hari libur!

 

Terakhir …, selamat berbingung-bingung aja deh … (***)

About these ads

Tentang Liez NF

Mungkin hanya partikel debu yang tak mampu menaklukkan Sang Angin namun, ia ada dengan sepenuh keberadaannya bukan oleh angin yang dengan angkuh bisa kemana saja menerbangkan... Mungkin hanya partikel debu yang dengan payah, mengada-terhapus-mengada-entah... yang terlalu ingin menjadi tanah basah yang dicintai mereka yang mencintai keharuman khas setelah diguyur tetes-tetes air langit dirindukan oleh petani dari kemarau yang kerontang dan tak lagi diombang-ambingkan Angin, jadi tak berguna Kemudian, bukankah debu bisa mempertemukan jiwa-jiwa dengan Kekasihnya
Tulisan ini dipublikasikan di sketsauniversalia dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kalender Sepanjang Masa

  1. kampret berkata:

    menarik,tks gan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s