kau tidak akan mampu melukiskannya. atau sekedar mencoretkan tintamu di selembar kertas punyamu. tak ada hal yang bisa kau raba tentangnya. kemarin, sekarang atau pun esok.
ketika kau hadirkan dia, harusnya kau paham, ada dia, karena kau-manusia yang tak sempurna. bukan sosok yang memberimu hal berlebih, karena dia juga manusia sederhana. hingga kau tak bisa berbanyak mimpi.
kini, ketika dia melangkah sepi, kau pun harusnya ingat, awalnya ia abai padamu beribu kali. jadi, jangan pernah … maaf. (***)

No comments yet
Comments feed for this article