saat menginjakkan kaki di sini, ada yang spontan menyeruak. sebuah nama mengukir diri dengan indahnya. ingatan begitu cepat menghadirkan berbagai kenangan di masa lalu.

ada rindu yang sangat, dan keikhlasan hati untuk melepas kepergiannya sajalah yang menenangkan. selalu saja begitu.

tangan jatuh pada gundukan tipis tanah yang sedikit dihiasi rerumputan liar. keheningan segera tercipta. “semoga kau bahagia…”

adakalanya sesak menghampiri. teringat sudahkah kebahagiaan dirasakannya dulu. karenaku. bersamaku. aku tak sempat menanyakannya.

tapi kau tahu, aku sangat mencintaimu…

* kebumen, di atas pusara-nya…