Kau harus berani mengambil risiko. Kita hanya bisa memahami keajaiban hidup secara penuh ketika mengizinkan yang tak terduga untuk terjadi.

Setiap hari Tuhan memberikan kita matahari-dan juga satu momen, saat kita berkemampuan mengubah segala yang membuat kita tak bahagia. … ketika seluruh kekuatan gemintang menjelma sebagian dari diri dan memungkinkan kita melakukan keajaiban.

….
Ya, kita akan menderita, bertemu waktu-waktu sulit, dan mengalami banyak kecewa–tapi semua ini hanya sementara; jejaknya tak kekal. Dan suatu hari kelak, kita akan menoleh ke belakang dengan kebanggaan dan keyakinan akan perjalanan yang telah ditempuh.

Betapa menyedihkannya orang yang takut mengambil risiko. Mungkin orang ini tak akan pernah kecewa atau terdisilusi; mungkin ia tak akan menderita selayaknya orang-orang yang mengikuti mimpi mereka. Tapi ketika orang itu menoleh ke belakang–ada saatnya orang-orang mesti melihat ke belakang–maka ia akan mendengar hatinya berkata, “Apa yang telah kau lakukan dengan semua keajaiban yang pernah Tuhan berikan padamu? Apa yang telah kau lakukan dengan semua bakat yang dianugerahkan Tuhan padamu? Kau mengubur dirimu dalam sebuah gua karena takut kehilangan semua itu. Jadi inilah yang kai warisi: kepastian bahwa kau telah menyia-nyaikan hidupmu.”

Betapa menyedihkan orang-orang yang mesti menyadari ini. KArena saat akhirnya bisa memercayai keajaiban, momoen magis dalam hidup mereka telah berlalu.

by: Paulo Coelho