You are currently browsing the tag archive for the 'kawan' tag.
Seorang kawan yang belum pernah ku kenal sebelumnya (maaf), menyapaku di suatu sore. “Hi…” Mulanya, aku tak tahu bagaimana fasilitas dunia maya itu begitu saja nongol di sudut jendela yang tengah ku baca (dasar gaptek!). Dan untuk pertama kalinya, aku memanfaatkannya. Padahal, tadinya aku hanya berniat untuk ‘googling’ tentang beberapa hal aktual yang semakin jarang ku ikuti perkembangannya.
“Aktif dimana sekarang?” ups, pertanyaan yang sedikit aneh. Ku bilang habis pulang dari diklat. “Memang kerja dimana?” Setelah aku menyebut sebuah instansi, ia bilang, “Sayang ya, kok nggak di Bappenas aja. Mungkin bisa memberi kontribusi tentang agraria di sana..” (aku ingat, Mr. Raf : Aduh! Selamat ya) Lho!?? Siapa orang ini, kenapa dia menghubungkanku dengan agraria. Telah mengenalkukah? Hmm, lucu juga jawabnya. Dia adalah seorang kawan sekampus, seorang aktivis yang tetap mempertahankan idealismenya itu hingga setelah usai berkutat di lingkaran gedung-gedung angkuh bernama kampus (semoga hingga kelak). Tapi tentu saja aku tak bisa menduga bagaimana dia tahu tulisanku semasa kuliahku dulu, sehingga dia bisa berkomentar tentang itu.
Sapaan yang hanya beberapa menit itu mengingatkanku kembali. Atas jalan yang telah ku tempuh. Ya. Anggaplah aku bersembunyi di balik dalih bahwa beberapa faktor mendesakku untuk segera mengambil pilihan. Tapi bukankah konsekuensi apapun dari pilihanku ini harus ku nikmati sebaik-baiknya.
Kita bisa merencanakan. Dan bisa meraih mimpi-mimpi, jika kita yakin dan teguh. Tapi kita tak selamanya tahu. Persimpangan mana yang harus kita lewati, dan manakah pilihan yang terbaik. Tapi setidaknya, kita bisa putuskan yang lebih baik. Dan berupaya semoga pilihan itu memang akan membawa kebaikan. Apakah aku hanya ber-omong kosong??
Tapi jujur, aku ingin tersenyum. Atas semua. Mungkin dengan senyum yang sedikit aneh.(***)

SKETSAKITA